Efek Samping Jahe

August 12th, 2011 by | Posted under Kesehatan Umum, Nutrisi.

$

Jahe (Zingiber officinale Roscoe) adalah salah satu jenis herba yang digunakan dalam memasak dan pengobatan alternatif. Manfaatnya beragam seperti mengobati gangguan mual, mabuk, peradangan dan peredaran darah, dan umumnya disajikan dengan kadar rendah sehingga tidak memiliki efek samping serius. Jahe sering diseduh menjadi minuman, dijadikan campuan teh untuk memberikan efek kesehatan yang diinginkan. Namun, sama dengan semua zat herbal, jahe pun memiliki potensi untuk menyebabkan efek samping dan berisiko serius untuk kasus-kasus tertentu.

jahe

Efek Samping Jahe:

1. Gangguan pencernaan

Gejala gastrointestinal seperti mulas dan bersendawa adalah efek samping yang paling umum dari minuman jahe. Menelan jahe segar tanpa mengunyah pun dapat menyebabkan penyumbatan usus. Menurut Mayo Clinic, orang dengan penyakit inflamasi usus, obstruksi usus atau ulkus harus membatasi penggunaan minuman jahe dan menghindari jahe segar sama sekali. Efek samping lain yang mungkin termasuk mulut terbakar, kembung, gas, bersendawa dan gangguan pencernaan.

Untuk membantu menghindari atau mengurangi efek samping gastrointestinal, maka solusinya dengan menggunakan jahe dalam bentuk kapsul. Mengkonsumsi antasida dengan teh jahe dapat membantu mencegah atau meredakan sakit maag dan gangguan pencernaan terkait dengan substansi.

2. Risiko Perdarahan

Beberapa kasus terjadi karena terjadi peningkatan risiko pendarahan karena jahe, walaupun kasus itu cukup jarang terjadi. Jahe  dapat menghambat enzim COX-1 dan COX-2 sehingga dapat menyebabkan perdarahan gastrointestinal. COX-1 sangat banyak berada di lapisan lambung dan berfungsi sebagai agen perlindungan terhadap perdarahan. Menurut National Institutes of Health, jahe menekan berbagai senyawa inflamasi, termasuk COX-1, 5-lox dan sitokin. Sementara kualitas ini membuatnya menjadi anti-inflamasi efektif , jahe juga menimbulkan risiko untuk perdarahan internal, terutama di saluran pencernaan.

Untuk meminimalkan risiko ini, tentunya lebih bijaksana untuk tidak menggunakan teh jahe jika Anda menderita gangguan pembekuan darah atau sedang mengkonsumsi obat pengencer darah. Batasi penggunaan sehari-hari jahe kurang dari 4 g, dan hindari mengkonsumsinya dengan obat anti-inflamasi nonsteroid seperti aspirin atau naproxen.

3. Jangan Konsumsi Jahe bersama Obat-Obatan/ Herbal Lain!
Jahe bisa bereaksi berbahaya dengan herbal lain dan obat-obatan. Tentunya hal ini mempengaruhi kondisi kesehatan, seperti penyakit kandung empedu atau diabetes. Menurut National Institutes of Health, jahe tidak boleh dikonsumsi bersama dengan pengencer darah, beta blocker, penekan kekebalan tubuh dan obat yang menyebabkan kantuk. Herbal gingko biloba, bawang putih dan saw palmetto juga dapat dikontraindikasikan jika menggunakan jahe, karena bahan tersebut dapat peningkatan risiko pendarahan.

 

sumber: http://www.livestrong.com/article/107753-ginger-tea-side-effects/#ixzz1UXU1A


Related Post Efek Samping Jahe

Tagged On: , ,

Latest Post
tips menjaga ginjal

Tips Ringkas Menjaga Fungsi Ginjal untuk Kesehatan

Banyak orang yang sampai sekarang masih belum menyadari pentingnya peran ginjal bagi...

tips kulit cerah bersinar alami

Mudahnya Membuat Wajah Cerah Bersinar Alami

Mudahnya Membuat Wajah Cerah Bersinar Alami - Ya, memang mudah apalagi jika anda tahu...

tips tidur nyenyak

Tips agar Tidur Lebih Nyenyak

Tips agar Tidur Lebih Nyenyak - Di zaman sekarang semakin banyak keluhan imsomnia....

khasiat teh hijau untuk kecantikan

Teh hijau: Rahasia Kulit Cantik dan Sehat Alami

Perempuan masa kini pastinya memiliki perhatian lebih untuk kesehatan kulitnya. Kulit...

Tips Kembali langsing

Tips Kembali Langsing Setelah Melahirkan

Tips Kembali Langsing Setelah Melahirkan- Sembilan bulan mengandung disusul kemudian...

News